Kamis, 24 Maret 2011

Cara Membuat Anak Gemar Membaca




Saya sering mendengar keluhan orang tua yang prihatin karena anaknya tidak suka belajar dan lebih suka menonton televisi atau bermain game di komputer.  Para orang tua itu menyadari pentingnya pendidikan itu bagi masa depan anaknya dan mereka khawatir prestasi anak mereka di sekolah akan menjadi buruk kalau mereka tidak suka belajar.  Pengetahuan mereka bisa menjadi tidak luas dan tidak beragam sehingga akan menyulitkan mereka dalam memahami pelajaran di sekolah.

      Anak-anak yang mempunyai dasar pengetahuan yang luas dan latar belakang pengetahuan yang beragam akan menyenangi sekolah dan belajar.  Jika dibandingkan dengan anak-anak yang dasar dan latar belakang pengetahuannya kurang luas dan kurang beragam, mereka ini juga akan menganggap sekolah dan belajar itu lebih mudah dan lebih menarik. Sebagai orang tua anda memilika hak dan kewajban untuk membuat anak gemar belajar

     Bagaimana caranya?  Anda bisa memulainya dengan berbicara dengan anak Anda tentang hal-hal yang Anda lihat dalam kehidupan sehari-hari.  Berbicara dengan anak akan membantu Anda untuk memahami cara pandang anak Anda, nilai-nilai yang dimilikinya, impian-impiannya, serta apa yang diinginkan.  Demikian pula, melalui komunikasi itu, anak Anda akan memahami cara pandang Anda, nilai-nilai yang Anda pegang, impian-impian Anda, serta minat Anda.  Orang tua tidak saja perlu berbicara kepada anaknya, tetapi juga perlu mendengarkan apa yang dikatakan si anak.  Menjawab pertanyaan mereka, atau membantu mereka menemukan jawabannya, akan membantu anak Anda mengembangkan rasa dirinya berharga.

Banyak orang tua yang menganggap kegiatan-kegiatan seperti berjalan-jalan ke kebun binatang, museum, serta menonton pertunjukan itu sebagai kompensasi atau pengganti waktu bersama keluarga yang hilang karena kesibukan mereka bekerja.  Tetapi, sebenarnya dalam kegiatan sehari-hari pun, seperti pergi ke toko, ke pasar, ke bank, atau mengerjakan sesuatu di rumah, terdapat banyak nilai-nilai pendidikan bagi anak.  Yang perlu dilakukan orang tua hanyalah meremcanak sedikit sebelumnya untuk membantu anak mereka mempelajari dunia ini.

Cobalah beberapa kegiatan berikut ini dan nikmatilah bersama anak Anda:

  • Menonton berita dan film documenter di televisi.
  • Menyewa atau membeli buku-buku atau film yang bersifat pendidikan.
  • Mengunjungi museum, kebun binatang, taman safari, kebun raya, dan tempat-tempat bersejarah.
  • Membaca bersama artikel di surat kabar dan majalah.
  • Membuat pengalaman belajar selama liburan.
      Yang terpenting perlu diingat oleh para orang tua adalah bahwa mereka adalah guru paling penting dalam kehidupan anak.  Anak-anak itu terlahir dengan keinginan belajar yang kuat (ingat di tahun-tahun pertama, betapa bersemangatnya dia untuk belajar).  Tetapi orang tua perlu membantu mereka menyalurkan keinginan belajar yang besar itu.  Berbicara dengan anak-anak sebelum, selama, dan sesudah setiap kegiatan membantu mereka mempelajari langkah-langkah yang diperlukan dalam belajar.

      Percakapan ini juga akan meningkatkan komunikasi Anda dan, pada gilirannya, akan meningkatkan hubungan Anda dengan anak Anda.  Semakin sering Anda berbicara dengan anak Anda, akan semakin besar manfaat percakapan Anda itu, dan akan semakin baik Anda mengenal anak Anda.

Komputer adalah Media Belajar Anak


Pada awalnya komputer dititik beratkan pada proses pengolahan data, tetapi karena teknologi yang sangat pesat, saat ini teknologi komputer sudah menjadi sarana informasi dan pendidikan khususnya teknologi internet. Dalam hal pendidikan, komputer dapat dipergunakan sebagai alat bantu (media) dalam proses belajar mengajar baik untuk guru maupun siswa yang mempunyai fungsi sebagai Media tutorial, alat peraga dan juga alat uji dimana tiap fungsi tersebut masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan.Sebagai media tutorial, komputer memiliki keunggulan dalam hal interaksi, menumbuhkan minat belajar mandiri serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa / anak. Tetapi interaksi komputer dengan manusia belum dapat menggantikan interaksi manusia dengan manusia, selain itu mempunyai kelemahan lain yaitu kemauan belajar mandiri yang masih rendah. Komputer sebagai alat uji memiliki keunggulan dalam keobyektifan, ketepatan dan kecepatan dalam penghitungan tetapi masih belum dapat menilai soal-soal essai, pendapat dan hal yang terkait dengan moral dan etika. Yang terakhir, sebagai media alat peraga, komputer mempunyai kelebihan dapat memperagakan percobaan tanpa adanya resiko, tetapi membutuhkan waktu dalam pengembangannya.
Sebelum memperkenalkan komputer kepada anak, orangtua maupun guru seharusnya dapat memahami perkembangan pemahaman anak, dimana pada usia 0 -2 tahun anak mendapatkan pemahamannya dari penginderaannya. Kemudian usia 2 – 7 tahun anak mulai belajar menggunakan bahasa, angka dan simbol-simbol tertentu. Pada usia 7 – 12 tahun anak mulai dapat berpikir logis, terutama yang berhubungan dengan obyek yang tampak langsung olehnya.
Yang saat ini perlu menjadi perhatian bagi orangtua maupun guru adalah bagaimana cara memperkenalkan komputer kepada anak. Hal yang perlu dicoba adalah dengan program-program aplikasi yang bersifat “Edutainment” yaitu perpaduan antara pendidikan dan entertainment (hiburan). Selain itu program (software) aplikasi “Edutainment” tersebut mempunyai kemampuan menumbuhkembangkan kreatifitas dan imajinasi anak serta melatih saraf motorik anak. Contohnya program permainan kombinasi benda, menyusun benda atau gambar (Puzzle) serta program berhitung dan software-software lain yang didukung perangkat multimedia.
Selain program aplikasi (software), dunia internet semakin berarti bagi anak-anak. Internet memungkinkan anak mengambil dan mengolah ilmu pengetahuan ataupun informasi dari situs-situs yang dikunjunginya tanpa adanya batasan jarak dan waktu. Di samping itu masih ada manfaat lain yang didapat dari internet, misalnya surat menyurat (E-mail), berbincang (chatting), mengambil dan menyimpan informasi (download).

sumber: http://www.e-smartschool.com

Rabu, 23 Maret 2011

Kreatifitas Anak Melalui Origami

Kreatifitas Anak Melalui Origami


Origami adalah seni melipat kertas yang berasal dari nagara Jepang. Origami sebenarnya cocok untuk semua kalangan, tetapi banyak dikenal untuk kalangan anak-anak karena bentuknya yang lucu dan menarik. 
                Karena bahan dan alat yang dgunakan mudah di dapat dan tidak berbahaya bagi anak, maka seni ini sangat efektif. Selain untuk bermain juga bisa dijadikan media belajar untuk anak-anak. Dari langkah langkah yang pembuatan origami yang mudah hingga sulit juga dapat melatih kesabaran dan konsentrasi. Ini lah beberapa manfaan anak belajar origami

  1. Belajar meniru
Anak mulai mengikuti langkah dalam membuat origami dengan bai. Dengan itu anak juga dapat meniru/memperhatikan apa yang orang tua perintah dan keadaan disekelilingnya. Itulah cara dasar anak yang paling sering dilakukan, yakni meniru.


  1. Mulai berkreatifitas
Karena banyaknya macam bentuk origami, anak dapat memilih sesuai dengan keinginannya. Anak yang sudah mahir dengan bentuk-bentuk dasar bisa mulai mencoba bentuk baru sesuai apa yang dia pikirkan. Dengan dia mulai mencoba bentuk baru yang dia pikir itulah dimana anak mulai berkreasi dengan kreatifitasnya.

  1. Mulai belajar berimajinasi
Biasanya model bentuk origami di dapat dari miniature atau bentuk-bentuk disekitar yang sering dijumpai. Sedangkan untuk anak, dari mereka mulai membuat kreasi baru itulah anak akan berimajinasi.

  1. mulai belajar mandiri
Pembuatan seni origami dilakukan oleh individu, sehingga anak yang membuar ini belajar untuk melakukan hal sendiri. Ini juga dapat melatih kemandirian anak-anak karena dia bisa melakukan sendiri tanpa bantuan orang lain.

  1. Bisa memecahkan masalah sendiri
Sebuah bentuk origami terdiri dari beberapa tahapan, dimana setiap tahapannya merupakan rangkaian persoalan-persoalan lipatan yang beraneka ragam. Ketika seorang anak membuat origami dengan cara mengikuti alur sebuah bentuk, sebetulnya dia sedang menghadapi persoalan pada setiap tahapan bentuk itu. Bilamana dia berhasil mengikuti tahap demi tahap, artinya ia dapat menyelesaikan persoalan origami. Pada saat seperti itu, untuk anak umur tertentu akan berjalan

  1. Anak belajar perbandingan dan berfikir matematis
Satu di antara yang sangat menentukan keindahan model origami adalah yang disebut dengan proporsi bentuk (perbandingan bentuk). Mengapa model ini atau itu mirip bentuk tertentu adalah karena teori proporsi. Tingkat keindahan sebuah model origami (meski sudah jelas modelnya) adalah juga sangat terletak pada proporsi ini. Di sisi lain jenis lipatan origami tradisional umumnya merupakan jenis lipatan berdasarkan teori matematis, artinya bukan asal lipatan (berbeda dengan banyak teknik untuk model-model kontemporer). Dengan demikian, aktifitas origami dapat membimbing seorang anak untuk mengenal konsep perbandingan bentuk dan sekaligus konsep matematis.